Minggu, 26 November 2017

KONVERSI ANTAR BASIS BILANGAN



Konversi Antar Basis Bilangan




Merupakan konversi dari suatu jenis bilangan ke format jenis bilangan yang lain..Adapun Jenis –jenis format bilangan ada 4 :
1.Bilangan biner adalah bilangan yang punya radiks/basis 2 yaitu 1 dan 0.
2.Bilangan oktal adalah bilangan yang punya radiks/basis 8 yaitu 0,1,2,3,4,5,6 dan 7.
3.Bilangan desimal adalah bilangan yang punya radiks/basis 10 yaitu  0,1,2,3,4,5,6,7,8 dan 9.
4.Bilangan hexadesimal adalah bilangan yang punya radiks/basis 16 yaitu        0,1,2,3,4,5,6,7,8,9,A,B,C,D,E dan F.     

Aturan Konversi Antar Basis Bilangan :

1.         Konversi Desimal ke dalam Biner
Bagilah bilangan desimal dengan 2 secara terus menerus sampai hasilnya 0.Rentetan dari sisa pembagian dari bawah ke atas itulah yang merupakan hasilnya.
Contoh: Konversi 12110  ke biner:
  121 / 2 = 60  sisa 1   (LSB)
           60 / 2 = 30 sisa 0
               30 / 2 =15 sisa 0
                   15 / 2 = 7  sisa 1
                     7 / 2 = 3 sisa 1
                         3 / 2 = 1 sisa 1
                             1/ 2 = 0  sisa 1
                         
     Þ  12110  =  1111002
2.         Konversi Desimal ke dalam Oktal
Bagilah bilangan desimal dengan 8 secara terus menerus sampai hasilnya 0.Rentetan
dari sisa pembagian dari bawah ke atas itulah yang merupakan hasilnya.
Contoh: Konversi 17910  ke oktal:
     200/ 8 = 25 sisa 0 
                    25/ 8 = 3 sisa 1
                            3/ 8 = 0 sisa 3
     Þ  20010  =  3108
3.      Konversi Desimal ke dalam Hexadimal
Bagilah bilangan desimal dengan 16 secara terus menerus sampai hasilnya 0.Rentetan dari sisa pembagian dari bawah ke atas itulah yang merupakan hasilnya.
Contoh: Konersi 17910  ke hexadesimal:
     175/ 16 = 10 sisa 15  (LSB)
                    15/ 16 = 0 sisa 15 (dalam bilangan hexadesimal berarti F)MSB
     Þ  17510  =  F316

Share:

OPERASI ARITMATIKA BILANGAN HEXADESIMAL


Bilangan Heksadesimal
 
Hexadesimal (Basis 16), Hexa berarti 6 dan Desimal berarti 10adalah Sistem Bilangan yang terdiri dari 16 simbol yaitu 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, A(10), B(11), C(12), D(13), E(14), F(15). Pada Sistem Bilangan Hexadesimal memadukan 2 unsur yaitu angka dan huruf. Huruf A mewakili angka 10B mewakili angka 11 dan seterusnya sampai Huruf F mewakili angka 15.

A. Penjumlahan Bilangan Heksadesimal

Dalam penjumlahan bilangan heksadesimal, sisa akan terjadi jika jumlah dari setiap tempat melebihi 15.


B. Pengurangan Bilangan Heksadesimal

Pada pengurangan jika bilangan yang dikurangi lebih kecil dari pada bilangan pengurangnya maka dilakukan peminjaman (borrow) pada tempat yang lebih tinggi (dengan nilai 16).


C. Perkalian Bilangan Heksadesimal

 Langkah– langkah :
– kalikan masing-masing kolom secara desimal
– rubah dari hasil desimal ke oktal
– tuliskan hasil dari digit paling kanan dari hasil oktal
– kalau hasil perkalian tiap kolom terdiri dari 2 digit, maka digit paling kiri merupakan carry of untuk ditambahkan pada hasil perkalian kolom selanjutnya.
Contoh :


D. Pembagian Bilangan Heksadesimal

            Pembagian pada bilangan Heksadesimal sama seperti pembagian pada bilangan decimal. Contoh :


SUMBER :









Share:

POSTINGAN

MASUKAN KATA KUNCI

RIWAYAT

Diberdayakan oleh Blogger.